Anggap Informasi Dikecualikan, Majelis Minta Termohon Buat Uji Konsekuensi

0
19
views

Surabaya – Sidang virtual antara Kartika Yuliati (Pemohon) dengan Pemerintah Desa Wedoro Anom Kecamatan Driyorejo Kab Gresik berlangsung seru. Sebab, termohon menilai permintaan informasi pemohon merupakan informasi dikecualikan.

Atas pernyataan termohon tersebut, Ketua Majelis Sidang KI Jatim, A Nur Aminuddin dalam memimpin sidang virtual, Jumat (13/11) meminta kepada Termohon untuk membuat uji konsekuensi atas informasi yang dimaksud dikecualikan.

“Majelis meminta Termohon untuk membuat Uji Konsekensi sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi No 1 Tahun 2017 dan membuat Surat Pernyataan bahwa Berita Acara Hibah sebagaimana yang dimohon oleh Pemohon tidak dalam penguasaan Termohon,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis mereview sidang sebelumnya, dimana pada persidangan sebelumnya Majelis meminta Termohon untuk menghadirkan perangkat desa yang dianggap mengetahui riwayat tanah dan Berita Acara Hibah atas Persil No 96 kelas DI luas 2660 m2 dan SPPT No 35.25.020.014.005-0057.0 Kelas A34 Luas 3.760m2.

Namun, Termohon tidak dapat menghadirkan perangkat desa yang dimaksud dan ingin menjelaskan sendiri kronologis atau riwayat tanah atas objek sengketa a quo. Dalam hal ini, Termohon menerangkan bahwa untuk riwayat tanah yang dimohon oleh Pemohon merupakan informasi yang dikecualikan.

Sementara itu, untuk Berita Acara yang dimohonkan oleh Pemohon tidak dalam penguasaan Termohon. Selain itu, Riwayat tanah yang dimohonkan oleh Pemohon dapat diberikan apabila Pemohon secara bersama-sama dengan pemegang hak atas tanah a quo mengajukan Permohonan informasi sebagaimana dimaksud.

Oleh karena Termohon mengatakan bahwa informasi yang dimohon oleh Pemohon yaitu Riwayat Tanah merupakan informasi yang dikecualikan dan Berita Acara Hibah tidak dalam penguasaannya, maka majelis meminta kepada termohon membuat uji konsekuensi. (ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here