KI Jatim Hadir dalam SILATNAS DAN RAKORNAS KE-11 KI SE-Indonesia 26-28 Oktober

0
54
views

Pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) mendorong penerapan adaptasi kebiasaan baru (new normal) di sejumlah aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan even nasional Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Silatnas dan Rakornas yang ke-11 merupakan even akbar tahunan yang akan dilaksanakan oleh Lembaga Negara Komisi Informasi (KI) Pusat pada 26-28 Oktober 2020 secara daring (dalam jaringan/online), mengangkat tema: Inovasi Pelayanan Informasi Publik untuk Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional melalui Adaptasi Kebiasaan Baru.

Ketua KI Pusat Gede Narayana menyampaikan bahwa pelaksanaan even akbar tahunan KI Pusat ini sengaja mengangkat tema tentang inovasi pelayanan Informasi Publik untuk pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Nasional melalui Adaptasi Kebiasaan Baru, mengingat efek domino yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 sangat besar.
“Seluruh elemen bangsa terutama badan publik, termasuk KI Pusat sedang fokuskan kemampuan untuk bersinergi dalam penanggulangan Covid-19 demi pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional melalui inovasi pelayanan Informasi Publik,” kata Gede Narayana menjelaskan.

Menurutnya, seluruh provinsi di Indonesia telah memiliki Komisi Informasi Provinsi kecuali Maluku Utara yang masih dalam proses fit and proper tes.
“Kami berharap, KI Maluku Utara segera menyelesaikan proses fit and proper test,” I Gede Naryana, Ketua KI Pusat menyampaikan dalam forum tersebut.

Pelaksanaan kegiatan tahunan ini dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G Plate sekaligus memberikan keynote speech kepada sekitar 1.000 peserta.
Peserta terdiri dari KI seluruh Indonesia (KI Provinsi/Kabupaten/Kota), tujuh kategori Badan Publik (BP) terdiri dari BP Kementerian, BP BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BP Pemerintah Provinsi (Pemprov), BP LNS (Lembaga Non Struktural), BP LN-LPNK (Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian), Parpol (Partai Politik), dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri), termasuk NGO (Non Government Organization) keterbukaan Informasi Publik.

Dalam sambutannya, Johnny G Plate yang mewakili Wakil Presiden menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada KI Pusat yang hari ini menyelenggarakan. melalui forum ini kita berharap dapat bertukar pikiran dan mengekplorasi ide dan gagasan baru untuk mewujudkan visi besar Indonesia maju.

Hasil temuan Mas To (masyarakat telekomunikasi indo) adanya peningkatan 28% pengunaan internet di kwartal kedua tahun ini. momentum tersebut menjadi tiik dimana transformasidigial nasional menjadi mendesak untuk bersama-sama dilakukan.

Elis Yusniyawati, Komisioner bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, hadir mewakili KI Jatim dalam Silatnas dan Rakornas.
“Diharapkan peran serta dan keterlibatan BP yang optimal dalam keterbukaan informasi publik,” terang Elis disela-sela acara Silatbar.

“Tanggungjawab BP difahami bersama sebagai kebutuhan tidak hanya sebagai kewajiban, diawali dengan menyiapkan DIP sebelum ada permohonan informasi,”lanjutnya.
“Kalau itu sudah berjalan dengan baik, saya rasa penyelenggaraan keterbukaan informasi public akan berjalan dengan baik,” kata wanita yang kerap disana Elis ini.

Silatnas sekaligus Rakornas menggelar dua sesi diskusi panel dan dua sidang komisi, yaitu bidang internal dan eksternal. Adapun diskusi panel pertama diisi Narasumber (Narsum) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo dengan materi: “Disiplin ASN sebagai Kunci Penanggulangan Covid-19”) dilanjutkan Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia dengan materi “Keterbukaan Informasi untuk Mendukung Peningkatan Investasi”.
Dilanjutkan Narsum Menteri Dalam Negeri diwakili Kapuspen Kemendagri Benni Irwan materi “Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Indonesia Sehat” dengan moderator Romanus Ndau Lendong (Komisioner KI Pusat).

Panel sesi kedua menghadirkan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad dengan materi “Strategi Komunikasi di Masa Pandemi Covid-19” dan Praktisi Kesehatan Erlina Burhan materi “Pola Hidup Sehat untuk Indonesia Bebas Covid-19”. Panel ini ditutup dengan testimoni tentang pelaksanaan keterbuakaan Informasi Publik dari perwakilan pegiat keterbukaan informasi FoINI (Freedom of Information Network Indonesia) dan ICW (Indonesian Corruption Watch). (ase)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here