Ingin Mengetahui Sejarah, Arijanto Memohon Informasi Warkah Tanah

0
20
views

Sidoarjo-Purnawati dan Arijanto mengirimkan permohonan informasi mengenai Warkah Pembagian Hak Bersama Sertifikat Hak Milik atas tanah di Kelurahan Kampung Dalem kepada Kantor Pertanahan Kota Kediri. Karena tidak ada tanggapan dari Termohon, Arijanto mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (KI Jatim).

KI Jatim menggelar sidang perdana atas sengketa informasi tersebut secara virtual pada hari ini, Kamis (3/9). Pemohon dan Termohon tampak dalam layar virtual yang dipimpin oleh Imadoeddin.

Termohon dikuasakan kepada Riyanta, Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kantor Pertanahan Kota Kediri.

“Informasi yang diminta Pemohon ada dalam penguasaan kami, tetapi tidak bisa diberikan karena masuk dalam informasi yang dikecualikan, “kata Riyanta. Lebih lanjut dirinya menerangkan dalam persidangan, sesuai PERATURAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 1997 TENTANG PENDAFTARAN TANAH pasal 192 ayat (2) dan (4). Dengan izin Kepala Kantor Wilayah kepada pemegang hak yang bersangkutan dapat diberikan petikan, salinan atau rekaman dokumen pendaftaran tanah yang menjadi dasar pembukuan hak atas namanya yang tersimpan di Kantor Pertanahan.

Riyanta menambahkan surat permohonan sudah dikirim kepada Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, teapi belum ada jawaban.

Menanggapi hal ini, Imadoeddin meminta agar Termohon membuat uji konsekuensi disertai dengan alat bukti yang dilengkapi dengan materai berledges. 

Adapun tujuan Purnawati dan Arijanto mengajukan permohonan adalah ingin mengetahui sejarah pertanahan. “Tujuan kami hanya untuk mengetahui sejarah pertanahan pada keluarga kami, saya selaku anak dari pemilik tanah,” terang Arijanto.

“Mohon agar Pemohon memberikan bukti tertulis yang menerangkan Pemohon ahli waris dari pemilik tanah, lengkap dengan materai berledges,” pinta Imadoeddin. Semua bukti-bukti Pemohon dan Termohon agar diserahkan ke Panitera sebelum sidang selanjutnya, untuk dapat diperiksa oleh Majelis, lanjut pria yang kerap disapa Imad.

Imadoeddin didampingi Herma Prabayanti dan A Nur Aminuddin sebagai Anggota Majelis, menunda sidang dengan agenda selanjutnya pembuktian.(ase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here