Komisi Informasi Sampaikan Kinerja Tahun 2018

    0
    18
    views

    Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur menyampaikan kinerja tahunan dalam Forum Informasi dan Akuntabilitas (FIA) pada 12 Desember 2018 yang disiarkan langsung di stasiun BBSTV pada pukul 19.00-20.00 WIB. 

    Ketty Tri Setyorini, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur bersama anggota Komisioner yang lain yaitu Zulaikha, Isrowi Farida, Wahyu Kuncoro dan Mahbub Junaidi menyampaikan kinerja Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (KI Jatim) selama periode Tahun 2018 yang terbagi menjadi 3 bidang. 

    Bidang Kelembagaan, yang ditangan oleh Ketty selaku Ketua, menyampaikan secara kelembagaan KI Jatim memperkuat kelembagaan baik di internal maupun hubungan antar lembaga. Untuk hubungan antar lembaga KI Jatim, telah mejalin kerjasama lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi maupun Badan Publik Daerah maupun pusat. 

    Untuk penguatan PPID, Komisi Informasi setiap tahun juga telah melakukan monev bagi PPID Provinsi, Kab/Kota, Desa, dan Penyelenggara Pemilu yaitu KPU. Dari hasil monev 2018, Ketty menyapikan ada 11 dari 38 Badan Publik Kabupaten/Kota yang sudah baik. Sementara, di tingkat OPD Pemprov, 12 dari 45 Badan Publik OPD Provinsi Jawa Timur yang baik. “Dari pengamatan kami, baik tidaknya PPID, tergantung komitmen pimpinan,” kata Ketty.  

    Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi (ASE) yang ditangani oleh Wahyu Kuncoro dan Isrowi Farida, menyampaikan bahwa peran KI selama ini juga banyak mengedukasi Pemohon atau Termohon, disamping tugas utamanya menyelesaikan sengketa. Banyak Pemohon atau Termohon yang belum tahu hak dan kewajibannya. “Komisi Informasi memanfaatkan berbagai media dan kesempatan untuk melakukan sosialisasi ataupun advokasi, baik melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah yang mengadakan penguatan PPID, ataupun saat datang langsung ke kantor,” kata Isrowi.

    Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) yang ditangani oleh Zulaikha dan Mahbub Junaidi, menyampaikan perkembangan kasus tahun 2018. Sengketa informasi yang ditangani oleh KI Jatim pada tahun 2018 sebagian merupakan lanjutan sengketa yang belum selesai diproses pada tahun 2017. Sisa kasus pada akhir tahun 2017 sebanyak 107 kasus. Jadi total kasus atau sengketa yang ditangani oleh KI Jatim pada tahun 2018 adalah 259 kasus.

    Materi sengketa informasi yang ditangani oleh KI Jatim pada tahun 2018, tidak jauh berbeda dengan tren materi sengketa tahun 2017 yakni masalah Anggaran. Jika pada tahun 2017, pokok sengketa terkait anggaran sebanyak 102 (53,7%), maka pada tahun 2018, masalah anggaran tercatat sebanyak 112 kasus (55,4%). Kondisi itu menunjukkan bahwa bahwa informasi tentang anggaran/keuangan Badan Publik masih menjadi informasi yang paling banyak diminati dan disengketakan oleh Pemohon informasi publik.

    Namun demikian, akhir-akhir ini banyak sengketa yang memang terkait dengan informasi yang berkenaan langsung dengan kepentingan pribadi. “Seperti kasus warga, menanyakan bagaimana prosedur memindahkan tiang listrik,” kata Zulaikha mencontohkan.

    Selanjutnya, Laporan Tahunan Komisi Informasi ini, akan disampaikan pada Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Timur. (RH)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here