Home Berita Sidang Sengketa dengan Polda, Pemohon Tidak Hadir

Sidang Sengketa dengan Polda, Pemohon Tidak Hadir

97
0

Sidang sengeketa informasi antara Pemohon Ariyanto Widiatmoko dengan Termohon Polda Jatim, digelar pada Rabu (23/05) di ruang sidang Komisi Informasi Provinsi jawa Timur. Sidang dengan agenda pembuktian ini tidak dihadiri oleh Pemohon, dan hanya dihadiri Termohon.

Pemohon, melalui email, menyampaikan tidak dapat hadir karena ada kegiatan lain. Selain hal tersebut, Pemohon mengaku telah menyampaikan alat bukti kepada Komisi Informasi pada minggu sebelumnya. Selain itu Pemohon mengaku telah hadir pada undangan persidangan sebelumnya, namun sidang ditunda. 

Majelis memberi kesempatan kepada pihak Termohon untuk melihat alat bukti yang disampaikan Pemohon yang berjumlah 12 alat bukti. Selanjutnya Majelis mempersilahkan Termohon untuk menyampaikan alat bukti.

Termohon yang diwakili oleh AKBP Yuli Setyadi dan KOMPOL Suyanto menyampaikan, Penyidik telah menemui Pengadu, namun pengadu tidak mau memberikan keterangan sehingga tim Penyidik menganggap bahwa tidak cukup alat bukti untuk melanjutkan proses penyidikan, padahal pengadu adalah subjek tunggal yang paling mengetahui proses perdatanya. “Kalau pelapor tidak mau memberikan keterangan, maka proses penyidikan akan dihentikan,” kata Termohon.

Mengenai objek sengketa informasi berupa dokumen bukti laporan, majelis menanyakan apakah bukti penyerahan laporan itu dapat dikatakan sebagai bukti lapor. Menjawab hal tersebut, menurut Termohon, tanda bukti yang ditunjukkan majelis bukanlah tanda lapor, tetapi disebut tanda terima surat. Termohon menjelaskan, untuk mendapat bukti lapor, Pengadu atau Pemohon harus melengkapi keterangan atau bukti dan mengisi formulir lapor. “Kalau formulir telah dilengkapi dan ditanda tangani, maka itu sah disebut tanda lapor,” kata Termohon.

Majelis Komisioner yang terdiri dari Mahbub Junaidi, Isrowi Farida, dan Wahyu Kuncoro akan mengagendakan sidang berikutnya untuk memberikan kesempatan pada para pihak menyampaikan alat bukti. (RH)