Home Berita Pendaftaran Ditutup, 61 Orang Calon Anggota Ki Kembalikan Formulir

Pendaftaran Ditutup, 61 Orang Calon Anggota Ki Kembalikan Formulir

56
0

Pendaftaran Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur resmi ditutup Rabu (5/2) pukul 16.00. Sebanyak 61 orang pendaftar untuk menjadi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur telah mengembalikan formulirnya. Sekretaris Tim Seleksi KI Provinsi Jatim, Suko Widodo ditemui di kantor Kominfo Jatim, Rabu (5/2) sore mengatakan ke 61 orang tersebut orang yang mengikuti seleksi ini berkualitas bagus, seperti ada empat anggota incumbent KI juga kembali mengikuti seleksi di tahun ini dan juga ada para komisoner KPU yang tidak lolos ikut dalam seleksi Komisi Informasi ini.

“Dengan adanya peserta dari para incumbent KI ini dan juga para Komisioner KPU yang ikut dalam pendaftaran KI ini membuat kualitas KI kedepan menjadi lebih baik,” ujarnya. Ia menjelaskan, hingga kini tidak ada kendala berarti dalam proses penerimaan calon anggota Komisi Informasi, baik dengan masalah ijazah dan persyaratan lainnya, namun pihak timsel saat ini ada keluhan dari masyarakat yang ingin mendaftar meminta agar persyaratan cukup SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan tidak perlu ke pengadilan.

Menurutnya, juga pendaftaran Komisi Informasi ditahun ini semakin berkualitasnya syarat pendaftaran. Misalnya, harus punya pengalaman di badan publik, seperti pernah berorganisasi, aktif di lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan wartawan. Sementara syarat normatif/administratif lainnya, yakni Warga Negara Indonesia (WNI), surat pendaftaran ditulis dengan tangan atau diketik dengan tanda tangan diatas materai Rp 6 ribu, usia minimal 35 tahun yang dibuktikan dengan foto copy KTP dan KK, pas photo 4×6 berwarna 2 lembar, foto copy ijazah terakhir, minimal S-1.

Lalu surat keterangan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana lima tahun atau lebih dari Pengadilan Negeri setempat, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah/daerah, dan surat pernyataan tidak menjadi anggota partai politik dalam lima tahun terakhir yang diketahui lurah/kepala desa, dan daftar riwayat hidup. “Semua syarat itu harus dipenuhi semua oleh pendaftar,” paparnya.

Jika berkas administratifnya dinyatakan lengkap, calon anggota KIP Jatim, kata Dosen Universitas Airlangga ini, harus mengikuti sejumlah tes seleksi, yakni ujian tulis, uji psikologi, wawancara, dan uji publik bersama masyarakat umum.
Setelah itu, timsel akan memilih 15 orang untuk diserahkan ke Komisi A DPRD Jatim guna menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Terakhir, akan dipilih lima orang sebagai komisioner Komisi Informasi Provinsi Jatim periode 4 tahun mendatang. “Per 30 April 2014 nanti, lima orang komisioner yang baru harus sudah mulai bekerja,” paparnya.

Pembentukan KIP Jatim merupakan tindak lanjut atas dibentuknya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang diperkuat oleh Surat Keputusan Gubernur Jatim. Dari situ, KIP wajib dibentuk dan harus ada, sebagai sarana mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lain, khususnya berkaitan dengan kepentingan publik. (pca/kominfo)

Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/watch/38484

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here