Berita


Rabu, 26/02/2020 00:00 WIB

Mencari Bukti Guna Lapor Kepolisian, Ayah Asuh Sengketakan KUA Rungkut Surabaya


Mencari Bukti Guna Lapor Kepolisian, Ayah Asuh Sengketakan KUA Rungkut Surabaya

 

Sidoarjo- Perjuangan Djoko Wijono untuk mencari bukti guna lapor kepolisian sampai di Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (KI Jatim). Djoko berusaha mencari bukti pemalsuan data pendukung surat nikah anak asuhnya, Fitri, yang diterbitkan oleh KUA Rungkut Kota Surabaya. 

Djoko Wijono memohon informasi berupa salinan surat nikah a.n Febri dan Fitri kepada KUA Rungkut. Karena tidak ada tanggapan atas permohonan informasi, maka Djoko mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi ke KI Jatim.

KI Jatim menggelar sidang ajudikasi untuk menyelesaikan kasus tersebut pada hari ini, (26/2), di Kantor KI Jatim. Sidang dipimpin oleh Edi Purwanto didampingi Imadoeddin dan A Nur Aminuddin sebagai Anggota Majelis dengan agenda pemeriksaan awal.

Menurut keterangan Djoko dalam persidangan, Fitri merupakan salah satu dari 4 (empat) anak asuh yang dibiayai sampai dengan selesai S2 di Universitas Unitomo. Selama 15 (lima belas) tahun Fitri menjadi anggota keluarga Djoko dan masuk dalam Kartu Keluarga dengan Djoko sebagai Kepala Keluarga. Pada bulan September 2018, Fitri kabur dari rumah dan Djoko telah melaporkannya ke polisi. Pada bulan November 2019, Djoko mendapat kabar bahwa Fitri akan menggelar resepsi pernikahan di Desa Watualang Ngawi, desa tempat orang tua kandungnya. 

Permasalahan dimulai ketika salah satu berkas persyaratan pernikahan yang diajukan Fitri ke KUA Rungkut adalah Kartu Keluarga dengan Djoko Wijono sebagai Kepala Keluarga. Djoko merasa tidak mendapat pemberitahuan dari Fitri ataupun keluarga kandungnya tentang penggunaan Kartu Keluarga tersebut.

Setelah melalui konsultasi ke beberapa pihak, Djoko disarankan untuk mengajukan permohonan informasi kepada KUA Rungkut guna mendapat bukti-bukti. Bukti tersebut yang nantinya akan digunakan untuk melapor ke pihak yang berwajib. 

Sholihuddin, KUA Rungkut Surabaya, hadir dalam persidangan yang digelar perdana pada hari ini. Menurut Sholihuddin, salinan surat nikah yang dimohon Djoko telah diberikan kepada pihak terkait (yaitu Fitri dan Febri). Kutipan surat nikah bisa diterbitkan kembali apabila hilang. Dengan dilengkapi laporan kehilangan dari kepolisian disertai dengan surat kuasa dari para pihak, maka kutipan bisa diterbitkan. 

Salinan atau kutipan surat nikah tersebut ada dalam penguasaan KUA Rungkut, tetapi tidak bisa diberikan kepada Pemohon karena tidak memiliki bukti hukum yang sah antara Fitri dengan Djoko. Semua berkas persyaratan yang diajukan Fitri telah sesuai dengan prosedur dan telah lengkap, sehingga bisa diterbitkan akta pernikahan atas keduanya, lanjut Sholihuddin.

Masih menurut Sholihuddin, Djoko telah diperlihatkan salinan catatan pernikahan sekaligus bukti pendukungnya. Dan semua berkas dibawa dan diperlihatkan kepada Majelis Komisioner dan Djoko Wijono dalam persidangan.(ase)



Berita lainnyaindeks


Sengketa Terkait Polsek Lakarsantri Terancam Gugur


Masih Menunggu Persetujuan Walikota, Sidang Virtual Hartati VS Pemkot Surabaya Ditunda




Jadwal kegiatan lainnyaindeks

Peluncuran Buku Pedoman SLIP-Desa
Rabu, 20/04/2016 09:00 WIB - Rabu, 20/04/2016 13:00 WIB
Gedung Kominfo Jl Ahmad Yani 242 - 244, Surabaya

Penyelesaian Sengketa Informasi

Generic placeholder image
Mekanisme
Tatacara dan alur pengajuan sengketa informasi
Generic placeholder image
Daftar Kasus
Kasus-kasus sengketa informasi yang ditangani
Generic placeholder image
Pengajuan Sengketa Informasi
Form pengajuan sengketa informasi
Generic placeholder image
Laporan Sengketa Informasi
Laporan kinerja Komisi Informasi